29.5.12

spirituality dan agama

Menurut saya, spirituality itu universal.

Dan agama itu personal.

21.5.12

sedikit keresahan

Kepengen meracau, gapapa ya?

Kadang-kadang otak ini kepenuhan. Banyak suara-suara di dalam kepala yang saling kontradiktif. Yang satu bilang A, yang satu bilang B, yang satu bilang C pake teriak, dan bla bla bla. Saking banyaknya, jadi ga tau harus ngikutin yang mana. Apalagi kalo malem pasti suaranya makin banyak dan makin kenceng. Rasanya kepala kaya mau tumpah. 

Ga suka.

.....Karena semuanya bisa benar. Bisa juga salah. Relatif. Tapi kalo make alesan 'relatif' terus, seumur hidup saya ga bakal tau dong harus ngelangkahin kaki kemana?

Gitu deh. Bingung. 

4.5.12

potongan kisah

 “Hanya sekedar ada seperti angin. Tak pernah lebih dan tak pernah kurang..“, ujarnya.
Penikmat kata adalah pekerjaan tetapnya. Mulai dari kata yang panjang dan puitis sampai kata pendek yang terdengar asing di telinga orang awam. Ia menikmati semua kata, asalkan membentuk makna. Bahwa kata selalu mengalir indah adalah absolut di dunianya, betapapun abstraknya itu semua terlihat. Iri? Mungkin. Gadis itu tak pernah peduli. Ia tak peduli dengan rupanya. Dan bahkan disaat aku menulis ini, tersadarlah aku, bahwa aku tak pernah memerhatikan seksama rupa si gadis penikmat kata. Kucoba menutup mata barang sejenak. Menggambar kembali rupa gadis itu bersenjatakan ingatanku yang tak seberapa ini. Entah kenapa, gambar itu tak pernah utuh. Gambar itu tidak pernah menjadi si gadis penikmat kata. Rasanya ada yang hilang. Kucoba dan kucoba berulang kali. Usahaku tak membuahkan hasil. Aku menyerah. Mungkin ia ada bukan untuk dilihat rupa-nya. Mungkin ia ada bukan untuk dipedulikan.  Peduli? Jangan tanya aku artinya. Aku juga masih belajar. 

28.4.12

sunset on a rooftop : endah n rhesa


Sunset on A Rooftop : Endah n Rhesa - You and I

untuk yang tak terucap

Harap.
Bisakah disebut lintas ruang?
Aku melesatkan harap.
Untaian kata-kata tak terucap.

Rasanya tak henti menutur kata.
Untuk segala rasa.

Mungkin bumi mencemooh.
Betapa naifnya harap ini diletakkan, kata mereka.
Tak perlu kata semoga.
Toh kamu sudah punya semuanya.

Tengoklah keluar jendela.
Rasanya ada yang tersenyum.

27.4.12

turiya


Turiya - Maradilla Syachridar

Millo, Dwayne, King. Seorang pelukis mimpi, mahasiswi filsafat pecinta jendela dan pemilik perkebunan wine yang kerap menyimpan harapan. Sebuah hubungan persahabatan yang rumit di antara mereka telah terjalin dan harus dihadapkan pada sebuah kenyataan: cinta yang terselubung. Bukan salah siapa-siapa, bukan kemauan siapa-siapa. Keadaanlah yang memungkinkannya. Tapi siapa sangka, akibat dari perasaan-perasaan yang terus dipendam, telah lahir hubungan percintaan antara Dwayne dan Millo yang hanya bisa terjalin lewat dunia mimpi. Dan dari setiap pertemuan di dunia alam bawah sadar itu, sebuah lukisan diciptakan untuk menjadi bukti pengingat. Bahwa setiap mimpi harus direkam. Setiap kenangan harus diabadikan. 
“Turiya” bercerita tentang sebuah penggalan perjalanan hidup, sebuah fase menyenangkan sekaligus menyedihkan yang harus dilewati oleh Millo, Dwayne, dan King bersama-sama. Membaca kisah ini, pada akhirnya akan menghadapkan kita pada sebuah pertanyaan sederhana, “Pernahkah kita mengalami kebahagiaan semu?”  

Iya, lagi kepengen banget baca buku yang satu ini. Baca review orang-orang di goodreads.com juga kok kayanya bukunya bagus. Sayang duit lagi tiris.

20.4.12

on having superpower to make others happy



What do you think? Would you like to have that kind of superpower? :D

13.4.12

Beginners (2010)


Damn. Kata pertama yang keluar dari otak saya setelah selesai nonton film ini. Yep, it is THAT good. Tidak heran film besutan Mike Mills ini memenangkan Oscar dan juga banyak penghargaan lain.

Beginners bercerita tentang perjalanan Oliver (Ewan McGregor) setelah menemukan fakta bahwa ayahnya, Hal (Christopher Plummer), adalah gay dan juga mengidap penyakit kanker. Lalu Oliver pun bertemu dengan  Anna (Melanie Laurent), seorang aktris yang atraktif, yang dijumpainya di sebuah pesta.

The plot is actually quite simple. It is a story about a man trying to engage in a relationship. Tapi yang membuat film ini sangat menarik adalah, dari premis-nya yang sederhana, sang sutradara mampu menghadirkan sebuah film yang 'kaya' tetapi realistis. Dialog-dialognya witty, mampu membuat saya tertawa lepas dan juga tersenyum miris karena menyentil otak saya dengan persepsi akan cinta (dan juga hidup) yang yah, nyata.

Salah satu faktor yang menurut saya menjadi kekuatan dari film ini adalah akting-nya. Ewan McGregor dan Melanie Laurent berhasil menjalin sebuah chemistry yang sukses bikin saya rasanya mau guling-guling di tanah. Yes, they are so awkwardly cute!


Dan ketika tahu Melanie Laurent adalah pemeran wanita yang memiliki bioskop di film Inglourious Basterds, saya langsung jatuh hati. Begitu juga dengan Christopher Plummer yang memerankan perannya sebagai seorang ayah yang bijaksana tapi juga sedikit egois dengan sangat baik.



Overall, it's a very well put act for all the well known cast. 

I must say though that not everyone is gonna like this movie. Terutama untuk orang-orang yang tidak menyukai alur lambat. Alur maju mundurnya pun pada awalnya sedikit memusingkan karena batasan waktu yang tidak jelas antara adegan di masa sekarang dengan adegan flashback-nya yang terhitung cukup banyak. Some might also feel that this movie is quite depressive. Not that it's not good though. Justru karena pandangan-pandangan pesimistis yang dimiliki oleh karakter-karakter di film inilah yang membuat film ini menjadi realistis. I assured you it is not full of bullshits and love craps like other romantic cheesy movies out there. 

Kesimpulannya, Beginners adalah sebuah film tentang proses. Kalau kamu mencari film untuk melihat hasil atau ending yang memuaskan, mungkin film ini bukanlah film yang cocok. But for you who often questioned yourself about the meaning of love in a quirky way, or whether it has any meaning at all, yes this one here is for you. 

Quoting from its tagline, "this is what love feels like". 

Oh iya sebagai tambahan, Beginners sukses mendepak (500) Days of Summer dari hati saya. Selamat kepada anda, Mike Mills!

12.4.12

another example of bizarre human nature

Sapiosexual (n.) : a person who is sexually attracted to intelligence in others. 

I stumbled upon this word some times ago. It didn't bother me so much. Until today i read Woody Allen's writing, The Whore of Mensa, which was so good by the way. And my mind start to wander. Is it actually possible to be sexually attracted to intelligence in others? Yes, I think it is possible. But the big question that got me stuck in my head is to what length can one appropriately call it love? Or maybe it's just admiration.

I have got to admit, having intellectuals communication here and there is indeed mentally stimulating. Perhaps some crave for this in a bigger dose than the others. But it is relieving, the fact that you can relate to some things with others, in particular with opposite sex, without getting close. Sheer joy.

What i am actually curious about is whether, for those who claimed to be sapiosexual, feel the urge to get attracted as in love or sexual desire? The idea alone is enchanting, i must say. To be in love with the intertwining intellectual thoughts of the other.

Perhaps, beauty is not in the eye of the beholder, but rather in the mind of the beholder.

Be careful though, for the thoughts that one might have is often not as it seemed.

8.4.12

on living life

X : Jangan kebanyakan baca buku deh.
Y : Lah kenapa?
X : Well....you don't live your whole life based on a book.
X : Jaman sekarang banyak banget yang bilang, "ah iya gue pernah baca di buku apa gitu. kalo lo mendingan...."
X : TAPI sadar ga sih, it's just a book for God's sakeYou're supposed to be saying "i've been there and i think you should..." or something like that.
X : Belajar dari pengalaman, jangan cuma dari buku. Buku itu cerita orang lain bukan cerita lo.
Y : *termangu*
X : Yah seenggaknya gue gitu sih.


A midnight-random-yet-somehow-insightful conversation with a friend. Taken from his perspective as a realistic person who does not like to read.

28.3.12

about a tongue, two hands, and two eyes

All the rants that came out of her tongue seemed childish. Her hands yelled. It begged for the tongue to stop. Ironically, there's nothing in her eyes. This occurred only because the eyes chose to never see again because of the fear of knowing what it had seen of the other world of rants. So all the rants stopped.
You see, this is the exact moment where her tongue and her hands are filled with envy. Might as well cut her tongue and hang her hands with a rope.

24.3.12

recommended short film


The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore (2011).

Summary : Inspired, in equal measures, by Hurricane Katrina, Buster Keaton, The Wizard of Oz, and a love for books, The Fantastic Flying Books of Mr. Morris Lessmore is a poignant, humorous allegory about the curative powers of story. Using a variety of techniques (miniatures, computer animation, 2D animation) award winning author/ illustrator William Joyce and Co-director Brandon Oldenburg present a hybrid style of animation that harkens back to silent films and MGM Technicolor musicals. Morris Lessmore is old fashioned and cutting edge at the same time. Source IMDB.

Stumbled upon this short film in an article and apparently it won an Oscar for Best Short Film, Animated. Overall, i personally enjoyed this film a lot. I do not know much about animation techniques, but it's good and the story is well made. Plus it's about books. I just couldn't resist it. :p
If there's one thing that i do not fancy, it's the scoring. Silent film like this usually needs a good dose of music to emphasize the situation, but the scoring in this film, it was just okay. Could have been a lot better. But yes, i'm recommending you to watch it. Guaranteed to lighten up your mood. 

17.3.12

in doing nothing

"This is very important-to take leisure time. Pace is the essence. Without stopping entirely and doing nothing at all for great periods, you're gonna lose everything. Whether you're an actor, anything, a housewife....there has to be great pauses between highs, where you do nothing at all. You just lay on a bed and stare at the ceiling. This is very, very important...just to do nothing at all, very, very, important.". - Charles Bukowski

12.3.12

clueless

It's incredibly weird how when i'm actually so happy and pleased with my life, i can't seem to spill out all the over flowing happiness inside me and turns it into words. Is this some kind of a cosmic joke?

24.2.12

bandit

Memang benar kulakukan segala yang dicela, segala yang tak dibenarkan, kata bandit itu, ketika digiring ke tiang gantungan. Tapi adakah yang lebih berjasa dari aku saat ini, untuk menunjukkan yang putih itu benar-benar tidak hitam? Bagaimana kau tahu yang putih kalau tidak ada yang hitam? Hukuman ini sebuah kekeliruan yang tak bisa dimaafkan.

1-12-93
Diambil dari sebuah buku oleh Putu Wijaya yang berjudul Zat.